Minggu, 07 Juni 2009

Iseng..

Tahun ini kita pesta demokrasi lagi. Pilleg sudah lewat, walaupun dengan berbagai kekurangan dan carut marutnya pelaksanaan yang ada. Pilpres is right ahead.
Thankfully, I'm legally golput.. Jadi gak perlu pusing berpartisipasi. Cukup jadi pengamat, komentator, dan pendukung saja. Tapi gak ada salahnya iseng ngoceh juga kan?

Musim kampanye, rakyat makmur. Para calon berebut simpati rakyat, pendekatan, sumbang ini, ngasih itu, janji ini, janji itu. Walaupun cuma sebentar, lumayan lah, rakyat kecil diperhatikan. Tapi rakyat sekarang sudah pada pinter kok. Tahu kalo dikibulin. Janji-janji yang sulit ditepati, jadi rakyat juga aji mumpung. Mumpung diperhatikan, ambil aja. Masalah nanti mau pilih siapa, kan gak ada yang tahu.

Terserah lah, siapa yang bakal jadi pemenang nanti. Mudah-mudahan bangsa Indonesia bisa jadi lebih aman, damai, makmur, sejahtera, maju, bersih, pokoknya yang baik-baik lah... Amin.
Yang sering jadi pertanyaan di hati, kok orang-orang itu pada rebutan kekuasaan jadi pemimpin ya? Padahal enaknya cuma sebentar, begitu lengser biasanya lantas jadi tersangka koruptor. Belum lagi hisabnya di alam baka nanti. Pasti berat sekali kan mempertanggung jawabkan amanah sebagai pemimpin bangsa dan negara besar ini? Apa mereka gak takut ya? Iya kalo sudah dijamin surga kayak Rasulullah gitu. Lha ini? Mempertanggung jawabkan hidupnya sendiri saja belum tentu lolos kok, apalagi mempertanggung jawabkan hidup ratusan juta orang yang diamanahkan untuk dipimpin? Apa gak takut kalo ditanya, apa yang sudah dilakukan untuk meringankan beban hidup rakyatnya yang miskin dan menderita? Apa dia sudah berjalan keliling negaranya, mendengar setiap keluh kesah rakyatnya, memanggul beras untuk diberikan pada rakyatnya yang kelaparan seperti yang sudah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab?
Apa yang sudah dilakukan untuk membasmi prostitusi? Apa yang sudah dilakukan untuk jadi pemimpin yang adil? Sudahkah setiap warga negaranya mendapatkan keadilan? Wuah... Kalo saya sih gak kebayang..

Tapi kita doakan saja lah..

Oya, beberapa hari yang lalu saya nonton Chat Club di MetroTV. Topiknya tentang inovasi-inovasi Kabupaten Jembrana. Kueren banget sih? Dulu saya sudah pernah dengar tentang salah satu kabupaten di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, yang menggratiskan biaya berobat buat warganya. Tapi ternyata ada yang lebih keren dari itu. Bupati Jembrana berhasil memajukan daerahnya dengan pemerintahan yang berbasis IT. Bapak Bupatinya memang seorang Profesor. Tapi beliau bilang, kalau kita mau, pasti bisa. Padahal Jembrana bukan daerah yang kaya. Beliau bahkan bilang tidak punya kekayaan alam sama sekali. Tapi jumlah rakyat miskin bisa cuma 5%, padahal di daerah-daerah lain di Indonesia rata-rata 20%. Hebat kan? Trus KTP (Jembrana Identitas Diri - JID), bisa dipakai sebagai kartu jaminan kesehatan, kartu debit, kartu pemilih, dan saya lupa bisa dipakai apa lagi. Intinya, tujuan akhirnya nanti satu kartu itu bisa buat segala keperluan. Keren kan? Gak menuh-menuhin dompet. Trus lagi, pendidikan disana gratis sampe SMA, trus ada beasiswa Rp 500.000 untuk tingkat perguruan tinggi, di perguruan tinggi manapun. Terakhir, pilkada disana kemaren sudah pake sistem itu juga (gak tahu apa namanya, soalnya saya gaptek juga.. :p). Cukup KTP. Hebat kan? Gak ribut-ribut DPT lagi. Trus mereka juga gak membebani rakyat ataupun minta anggaran lebih dari atas untuk mengadakan "kekerenan" itu. Mereka cuma memaksimalkan anggaran yang sudah ada saja. Seandainya semua Kabupaten bisa seperti itu, wah, saya yakin maju Indonesia ini. Mbok ya, para pemimpin lain itu dibuka matanya, jangan cuma sibuk rebutan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri saja.

Indonesia ini bangsa yang besar. Besar jumlah penduduknya, besar wilayahnya, besar kekayaan alamnya, besar potensinya. Sumber daya manusia juga buanyaakkk yang berkualitas. Kebesaran kita nomor 4 di dunia, setelah Cina, India dan Amerika. Kalau kita mau sedikit berusaha lagi, kita bisa kok jadi negara adikuasa juga. Negara-negara lain dijamin takut dan segan sama kita. Gak diobok-obok sama negara lain kayak sekarang ini. Seandainya sistem bisa berjalan lurus dan mulus, koruptor dibasmi, wuah... Kapan ya?

Tidak ada komentar: