Minggu, 14 Juni 2009

B U N D A . . .

I LOVE U MOM.

Waktu kamu berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanmu. ...sebagai balasannya.. ... kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
sebagai balasannya.. . kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang.... sebagai balasannya.. . kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna...
sebagai balasannya.. . kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah….
sebagai balasannya.. . kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun,dia mengantarmu pergi ke sekolah...
sebagai balasannya. .. kamu berteriak, "NGGAK MAU....!"

Waktu berumur 7 tahun,dia membelikanmu bola.... sebagai balasannya kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun,dia memberimu es krim... sebagai balasannya.. .kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun,dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya ..... kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop…. sebagai balasannya.. . kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun,dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa... sebagai balasannya.. .. kamu tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya. Sebagai balasannya…. kamu bilang dia tidak tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun,dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan... sebagai balasannya.. . kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu kamu berumur 15 tahun,pulang kerja dia ingin memelukmu... .
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun,dia mengajari kamu mengemudi mobil...
sebagai balasannya.. .. kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun,dia sedang menunggu telpon yang penting... sebagai balasannya.. . kamu pakai telpon nonstop semalaman,

waktu kamu berumur 18 tahun,dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA…. sebagai balasannya.. . kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama... sebagai balasannya.. . kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya, "Darimana saja seharian ini?"….
sebagai balasannya.. . kamu menjawab, "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun,dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun,dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi .. sebagai balasanmu .... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun,dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun,dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya ... kamu mengeluh "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."

Waktu kamu berumur 25 tahun,dia membantumu membiayai pernikahanmu. ... sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kamu berumur 30 tahun,dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda."

Waktu kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu .. sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu."

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA...
JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

I LOVE U MOTHER

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anakyang raut mukanya berbinar- binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anakmenatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yangditulisnya: "Telah Dibayar".

Taken from Dandel's note

Selasa, 09 Juni 2009

Wounded..

Got a li'l bit distracted, disoriented and disorganized..
Suddenly remember my dark past. It always come to me and haunting me for years. Terrible sins I have done.. Make bitter tears run down my wounded heart.
Lord give me strength..
Give me answers, clues and solutions to get thru these all.
Is this really my destiny? The destiny You have written upon my life path? Or is it just my foolishness?
If this is Your decision for me, why does it still hurt?
Lord forgive me..
Without Your mercy, I definitely will be torn apart, falling into pieces.
I want to get back to You. Please.. Please give me strength. I want to love You only.. 'Coz I'm sure, You won't let me down. You would never disappoint me. You wuld never hurt me as Your creations have done on each other.
I know I don't deserve it.
But what would I be without You..

Minggu, 07 Juni 2009

Iseng..

Tahun ini kita pesta demokrasi lagi. Pilleg sudah lewat, walaupun dengan berbagai kekurangan dan carut marutnya pelaksanaan yang ada. Pilpres is right ahead.
Thankfully, I'm legally golput.. Jadi gak perlu pusing berpartisipasi. Cukup jadi pengamat, komentator, dan pendukung saja. Tapi gak ada salahnya iseng ngoceh juga kan?

Musim kampanye, rakyat makmur. Para calon berebut simpati rakyat, pendekatan, sumbang ini, ngasih itu, janji ini, janji itu. Walaupun cuma sebentar, lumayan lah, rakyat kecil diperhatikan. Tapi rakyat sekarang sudah pada pinter kok. Tahu kalo dikibulin. Janji-janji yang sulit ditepati, jadi rakyat juga aji mumpung. Mumpung diperhatikan, ambil aja. Masalah nanti mau pilih siapa, kan gak ada yang tahu.

Terserah lah, siapa yang bakal jadi pemenang nanti. Mudah-mudahan bangsa Indonesia bisa jadi lebih aman, damai, makmur, sejahtera, maju, bersih, pokoknya yang baik-baik lah... Amin.
Yang sering jadi pertanyaan di hati, kok orang-orang itu pada rebutan kekuasaan jadi pemimpin ya? Padahal enaknya cuma sebentar, begitu lengser biasanya lantas jadi tersangka koruptor. Belum lagi hisabnya di alam baka nanti. Pasti berat sekali kan mempertanggung jawabkan amanah sebagai pemimpin bangsa dan negara besar ini? Apa mereka gak takut ya? Iya kalo sudah dijamin surga kayak Rasulullah gitu. Lha ini? Mempertanggung jawabkan hidupnya sendiri saja belum tentu lolos kok, apalagi mempertanggung jawabkan hidup ratusan juta orang yang diamanahkan untuk dipimpin? Apa gak takut kalo ditanya, apa yang sudah dilakukan untuk meringankan beban hidup rakyatnya yang miskin dan menderita? Apa dia sudah berjalan keliling negaranya, mendengar setiap keluh kesah rakyatnya, memanggul beras untuk diberikan pada rakyatnya yang kelaparan seperti yang sudah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab?
Apa yang sudah dilakukan untuk membasmi prostitusi? Apa yang sudah dilakukan untuk jadi pemimpin yang adil? Sudahkah setiap warga negaranya mendapatkan keadilan? Wuah... Kalo saya sih gak kebayang..

Tapi kita doakan saja lah..

Oya, beberapa hari yang lalu saya nonton Chat Club di MetroTV. Topiknya tentang inovasi-inovasi Kabupaten Jembrana. Kueren banget sih? Dulu saya sudah pernah dengar tentang salah satu kabupaten di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, yang menggratiskan biaya berobat buat warganya. Tapi ternyata ada yang lebih keren dari itu. Bupati Jembrana berhasil memajukan daerahnya dengan pemerintahan yang berbasis IT. Bapak Bupatinya memang seorang Profesor. Tapi beliau bilang, kalau kita mau, pasti bisa. Padahal Jembrana bukan daerah yang kaya. Beliau bahkan bilang tidak punya kekayaan alam sama sekali. Tapi jumlah rakyat miskin bisa cuma 5%, padahal di daerah-daerah lain di Indonesia rata-rata 20%. Hebat kan? Trus KTP (Jembrana Identitas Diri - JID), bisa dipakai sebagai kartu jaminan kesehatan, kartu debit, kartu pemilih, dan saya lupa bisa dipakai apa lagi. Intinya, tujuan akhirnya nanti satu kartu itu bisa buat segala keperluan. Keren kan? Gak menuh-menuhin dompet. Trus lagi, pendidikan disana gratis sampe SMA, trus ada beasiswa Rp 500.000 untuk tingkat perguruan tinggi, di perguruan tinggi manapun. Terakhir, pilkada disana kemaren sudah pake sistem itu juga (gak tahu apa namanya, soalnya saya gaptek juga.. :p). Cukup KTP. Hebat kan? Gak ribut-ribut DPT lagi. Trus mereka juga gak membebani rakyat ataupun minta anggaran lebih dari atas untuk mengadakan "kekerenan" itu. Mereka cuma memaksimalkan anggaran yang sudah ada saja. Seandainya semua Kabupaten bisa seperti itu, wah, saya yakin maju Indonesia ini. Mbok ya, para pemimpin lain itu dibuka matanya, jangan cuma sibuk rebutan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri saja.

Indonesia ini bangsa yang besar. Besar jumlah penduduknya, besar wilayahnya, besar kekayaan alamnya, besar potensinya. Sumber daya manusia juga buanyaakkk yang berkualitas. Kebesaran kita nomor 4 di dunia, setelah Cina, India dan Amerika. Kalau kita mau sedikit berusaha lagi, kita bisa kok jadi negara adikuasa juga. Negara-negara lain dijamin takut dan segan sama kita. Gak diobok-obok sama negara lain kayak sekarang ini. Seandainya sistem bisa berjalan lurus dan mulus, koruptor dibasmi, wuah... Kapan ya?

Jumat, 05 Juni 2009

This.. and that...

Wah, sekarang kayaknya harus lebih hati-hati lagi dalam ber-curhat ya? Waspada jebakan "off-side" dari UU IT. Padahal judul blog-nya saja sudah mycurhat.. Gimana dong?
Kok jadi kayak jaman orde baru aja, pake bungkam-bungkaman. Padahal yang mustinya dibungkam itu kan yang nyebarin foto-foto dan video porno, memasarkan seks, dan segala macam yang merusak akhlak gitu.. Tapi malah bu Prita yang duluan kena.

Padahal bu Prita itu kan cuma salah satu dari sekian banyak masyarakat yang mengalami nasib serupa. Ada yang kemudian curhat lewat surat pembaca, per oral ke teman-teman yang lain, dan kebetulan bu Prita bisa main internet, jadi curhatnya lewat e-mail. Lha kok malah apes...

Sudah ada dalam undang-undang kesehatan kan, tentang hak dan kewajiban dan hak pasien, kewajiban dan hak dokter, sebenernya beliau kan cuma mengungkapkan kekecewaan karena haknya yang tidak semuanya terpenuhi, yaitu untuk mendapatkan informasi rekam medisnya. Padahal semua orang juga tahu bahwa isi dari rekam medis itu memang jadi hak pasien.

Saya tidak bermaksud berpihak pada salah satu sisi. Sebagai sesama sejawat penyedia pelayanan kesehatan, saya juga sering dipusingkan dan diuji kesabaran saya oleh para pengguna jasa. Sering juga pertanyaan-pertanyaan mereka tak terjawab oleh keterbatasan saya. Jujur, kadang ego diri bahwa dokter masih lebih tinggi dari pasien dan profesi-profesi lain yang berkaitan, masih ada. Sehingga sering menggoda saya untuk sakit hati dan ingin berucap, "Hey, I'm the doctor here, so just shut up, don't question my decision, and just do what I've told you! I know better than you 'coz I'm the one who took Med School.."
Tapi itu kan gak berlaku lagi hari gini. Dokter sudah bukan dewa lagi. Tapi susah juga mengubah hal itu.

Tapi apapun itu, kan bukan jadi alasan untuk memenjarakan semua orang yang mempertanyakan kebijakan kita. Saya juga tidak ingin, dan jangan sampai dituntut karena malpraktik (semoga Allah swt. melindungi kita semua). Itu seharusnya menjadi pemacu buat kita, supaya lebih banyak belajar, lebih hati-hati mengambil keputusan dan bertindak, dan lebih baik dalam bersikap menghadapi pasien dan keluarganya. Karena mereka datang pada kita dalam keadaan sedih dan kesusahan, berharap mendapatkan pertolongan, dan kita sudah diberi kelebihan oleh Allah swt. untuk dapat membantu mereka, hendaknyalah kita dapat menjalankan fungsi kita dengan sebaik-baiknya (duhh... semoga saya bisa mengingat dan bertindak sesuai dengan ocehan saya ini.. :))

Bravo Health Corps!!!

Selasa, 02 Juni 2009

Introducing..

Wow, it's been a year since last time I posted my writing...

Bukannya gak ada bahan, tapi belum sempat. Ada kesibukan baru yang menyita sebagian besar waktuku. Kesibukan yang cukup berat, tapi menyenangkan..

I got a baby boy...




He's 6 month-old this June. He's adorable, and he has made me deeply in love, don't care 'bout anything else anymore.









Finally, after a pretty long time we've wait.. God has sent us a big gift. Dengan segala daya upaya yang kami punya, segala rintangan yang telah kami lewati, Allah swt. memberikan kepercayaan pada kami untuk mengasuh, mendidik dan membesarkan seorang anak. Bahagia, bangga, lega, bersyukur, segala rasa jadi satu. Seiring do'a yang senantiasa mengalir, semoga kami bisa menjalankan amanah besar ini dengan sebaik-baiknya. Amin..